Dalam suatu malam yang sunyi, aku menemukan diriku terdampar di depan layar. Film yang tengah mengalir di hadapanku adalah seperti jendela ke dunia lain, tapi kali ini, dunia yang terpampang adalah keseharianku sendiri. Aku merasa seakan-akan aku adalah penonton dalam hidupku sendiri, menyaksikan detik-detik yang mungkin sebelumnya hanya kulihat dari dalam diriku sendiri. Adegan demi adegan bergulir, menghadirkan potret keseharianku yang tak disadari. Sebuah cermin yang tak mampu berdusta, film ini memperlihatkan kedalaman emosi dan pikiran yang kerap bersembunyi di balik rutinitas sehari-hari. Aku mengenal sisi diriku yang mungkin terlupakan dan menyadari betapa uniknya setiap momen yang kulalui. Sejak malam itu, aku merasa lebih dekat dengan diriku sendiri. Aku terus menyaksikan film tentang keseharianku, mengamati adegan-adegan baru yang terus berjalan. Dalam dunia yang semakin padat dengan aktivitas, film ini adalah pengingat bahwa hidupku adalah kisah yang tak tertandingi, dan aku memiliki peran utama dalam menyusun alur ceritanya.
Ice Man With His Cool Crush
